-1.8 C
New York
February 29, 2020
Berita Terbaru Berita Utama Ekonomi News

Pelebaran Jalan Batam, Plt Gubernur Kepri: Plangnya Perlu Diperjelas Agar Masyarakat Tahu Jika Provinsi Yang Membangun

Batam – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau H Isdianto menegaskan komitmennya membangun infrastruktur di wilayah Provinsi Kepri. Salah satunya, pembangunan infrastrktur jalan di Kota Batam.

Pembangunan jalan tersebut bagian dari komitmen Pemprov Kepri membantu kabupaten/kota untuk menata wilayah. Harapannya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dapat terbantu, agar masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih lebar dan mulus.

“Karena bagaimanapun, kita perlu membantu pemerintah kota. Sehingga masyarakat lebih menikmati jalan dan terhindar dari kecelakaan serta macet,” kata Isdianto saat meninjau progres pembangunan jalan di depan patung kuda, Seipanas, Batam, Rabu (11/9/2019) Lalu.

Foto: Humas Pemprov Kepri.

Peninjauan jalan tersebut, Isdianto didampingi Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah dan Kepala Barenlitbang Naharuddin. Sejumlah Kepala OPD juga ikut hadir, termasuk Tenaga Ahli Gubernur H Saidul Khudri dan H Herizal Hood.

Peninjauan berjalan saat pekerja sedang beristirahat, sehingga tidak mengganggu proses pengerjaan. Titik yang ditinjau, dekat simpang BNI dan dekat underpass, Seipanas.

Proses pengerjaan sendiri sudah berlangsung dengan tahap pengecoran. Dari jalan yang dilebarkan di Sei Panas, yang sudah pengecoran sudah 40 persen. Ditargetkan jalan itu akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Isdianto memaparkan bahwa, pengerjaan jalan provinsi itu mulai tahun 2017 hingga 2020 mendatang. “Kita bangun jalan untuk membantu warga bisa lega melewati jalan provinsi ini,” harap Isdianto.

Pembangunan jalan yang dilakukan di Batam, selain pelebaran jalan di Seipanas, Simpang Franky dan Simpang Kalista, juga menambah jalur jalan di Sei Beduk. Untuk Sei Beduk, pembukaan jalur baru sudah selesai dilakukan Pemprov Kepri.

“Khusus yang tugas tahun ini sudah selesai akhir tahun dan tidak molor. Pembangunan harus jalan sesuai komitmen kontraktor dengan pemerintah,” tegas Isdianto.

Sementara terkait hasil tinjauan hari itu, Isdianto mengaku progresnya sudah baik. Demikian dari kualitas pengerjaannya. Hanya saja diingatkan agar masyarakat perlu tahu jika pembangunan yang berjalan, berasal dari APBD Provinsi Kepri.

“Plangnya perlu diperjelas, agar masyarakat tahu jika jalan ini kami dari provinsi yang membangun. Jadi pengumuman di plang itu diperbesar. Karena itu duit masyarakat dan perlu tahu, kami gunakan untuk membangun jalan juga,” tegasnya.

Disampaikan, data proyek strategis di Batam, khususnya dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri di Batam, ada peningkatan jalan simpang BNI sampai Simpang Underpass yang ditinjau hari itu, bernilai 60 miliar. Tahun 2017 nilai anggaran 13,4 miliar, tahun 2018 senilai 13,4 miliar, tahun 2019 senilai 8,55 miliar dan tahun depan sekitar 37,25 miliar.

Kemudian, ada peningkatan jalan simpang Franky sampai simpang BNI senilai 25 miliar. Tahun depan akan dilanjutkan setelah dimulai tahun 2017 dengan anggaran Rp1,8 miliar. Untuk tahun 2020 mendatang, nilai anggaran sekitar Rp23,2 miliar.

Sementara Simpang Calista-Simpang Franky senilai Rp 1,7 km, nilai anggaran Rp25 miliar. Proyek tahun tahun 2017 lalu itu akan dilanjutkan tahun 2020 senilai Rp23,2 miliar. Tahun anggaran 2017 proyek itu dimulai dengan anggaran Rp1,8 miliar dan akan dilanjutkan tahun depan.

Pernyataan Plt Gubernur Kepri tersebut, Secara tidak langsung menepis berbagai pendapat ditengah masyarakat. Bahwa Walikota Batam yang telah berhasil melakukan pelebaran jalan dikota Batam. Namun terungkap bahwa hal tersebut dibangun oleh dan menjadi inisiatif Pemerintah Provinsi Kepri.(*)

Related posts

Lukita Mampu Tingkatkan Ekonomi Batam, Kadin Batam Berikan Penghargaan

batambiz

Kepercayaan Investor Asing dan Pengusaha Topang Penguatan Rupiah

batambiz

Miliki Konsep Kemaritiman, DPD PAN Batam Buka Pintu Untuk Haris Junardian Lambey

Harianto Daeng

Leave a Comment